🦇 Bertolak Ke Tempat Yang Lebih Dalam

IbadahMinggu 11 Juli 2021 "Bertolak ke Tempat Lebih Dalam" - Pdt Simon Liem. Ibadah Minggu 11 Juli 2021 "Bertolak ke Tempat Lebih Dalam" - Pdt Simon Liem. Translation API About MyMemory Computer translationTrying to learn how to translate from the human translation examples. Malay bilakah awak akan bertolak untuk pergi ke sabah English Human contributions From professional translators, enterprises, web pages and freely available translation repositories. Add a translation Malay masa untuk pergi ke kelas pagi English time to go to class Last Update 2020-01-15 Usage Frequency 1 Quality Reference Malay ali berjalan kaki untuk pergi ke sana English we walked to get there Last Update 2020-08-21 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay jadi is memudahkan saya untuk pergi ke sekolah English i went to a regular national high school close to home Last Update 2022-03-11 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay tentukan keterangan baris-separa untuk pergi ke skema. English specify a short half-line description to go in a schema. Last Update 2014-08-15 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay untuk pergi ke folder laman utama anda, tekan butang laman utama. English to quickly go to your home folder press the home button. Last Update 2011-10-23 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay liyana sedang menunggu kawannya di rumah untuk pergi ke perpustakaan bersama sama dengan berjalan kaki English liyana was waiting for her friend at home to go to the library on foot Last Update 2020-01-25 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay adam, saya mahu tidur sekarang .. esok pagi, saya sudah perlu menyiapkan diri untuk pergi ke pejabat English adam, i wanna sleep already right now.. tomorrow morning, i already need to prepare myself for go to office Last Update 2020-05-03 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay kerana mereka hendak menolong tunku abdul rahman putra al-haj untuk pergi ke london. English because they want to help tunku abdul rahman putra al-haj to go to london. Last Update 2016-06-24 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay jangan berhenti untuk pergi ke babak seterusnya, sebab ini akan jadi sejarah .dan sedia untuk cabaran seterusnya English do not stop to go to the next round, because it will be history. and ready for the next challenge Last Update 2017-12-11 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay jika benar, tekan butang kanan tetikus pada notebook, timbulkan menu yang anda boleh guna untuk pergi ke satu laman English if true, pressing the right mouse button on the notebook pops up a menu that you can use to go to a page Last Update 2014-08-15 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay saya kenal melissa wong sejak kami kecil..dia seorang yang sangat ceria dan penyayang..saya sudah merancang untuk pergi ke malaysia dan berjumpa melissa wong lagi English i know melissa wong since we were kids..she's a very cheerful and loving person..i've been planning to go to malaysia and meet melissa wong again Last Update 2022-09-30 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay bagi page live location, anda boleh melihat lokasi helmet itu secara live dan helmet itu bergerak ke mana. untuk pergi ke lokasi helmet tersebut anda boleh menekan butang get directions English on the live location page, you can see where the helmet is located live and where it is moving to. Last Update 2022-06-08 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay pilih satu klon untuk pergi ke asalnya. pilih ofset terpaut untuk pergi ke sumbernya. pilih teks pada laluan untuk pergi ke laluan. pilih teks teralir untuk pergi ke bingkainya. English select a clone to go to its original. select a linked offset to go to its source. select a text on path to go to the path. select a flowed text to go to its frame. Last Update 2014-08-15 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay ini disebabkan oleh mangsa buli siber diejek, diperas ugut dan disindir sehingga membuatkan dia berasa malu dan takut untuk pergi ke sekolah. hal ini akan menyebabkan mangsa buli siber ketinggalan dalam pelajaran sehingga memberi kesan terhadap akademik mereka English this was due to the fact that victims of cyber bullying were ridiculed, blackmailed and sared, making her feel embarrassed and afraid to go to school. this will cause victims of cyber bullying to fall behind in lessons to the detriment of their academics Last Update 2021-11-27 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay pada bulan ogos 2020 saya dan keluarga pergi bercuti di pulau kapas. pulau kapas terletak di negeri terangganu. air laut dan permandangan sanagt cantik. saya amat teruja dengan keindahan alam. saya sangat gembira dan berharap akan dapat berpeluang untuk pergi ke pulau kapas lagi English my family and i are on holiday near langkawi Last Update 2020-10-24 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay lydia juga bijak menggunakan masa dengan membuat dua perkara dalam satu masa. sebagai contoh, dia perlu menghadiri meeting managernya dengan salah satu partner company during lunch. dalam masa yang sama dia hendak makan tengah hari. kemudian bersetuju untuk pergi ke meeting itu. English lydia is also wise to use time by doing two things at a time. for example, he needs to attend his manager's meeting with one of his partner companies during lunch. at the same time he was about to have lunch. then agreed to go to the meeting. Last Update 2022-01-17 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay last weekend, saya dan keluarga pergi ke sabah, kami pergi ke sana dengan menaiki kapal terbang ia mengambil masa selam 1 jam 30 minut untuk sampai ke sana . kami berasa sangat bersyukur kerana sampai ke sana dengan selamat. apabila sampai disana kami melawat banyak tempat yang menarik. English last weekend, my family and i went to sabah, we went there on a plane he took 1 hour 30 minutes to get there. we are very grateful for getting there safely. when we arrived there we visited many interesting places. Last Update 2018-05-01 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay apa kabar kamu? las ahad saye dan keluarga saya pergi ke hotel. di sana mempunyai kolam renang,tempat makan dan lain sampai di hotel itu, saye dan keluarga saye berehat di sye menurun ke bawah untuk pergi ke tempat lama kemudian saye naik ke atas untuk berehat. English how are you? las sunday saye and my family went to the hotel. there has a swimming pool, a place to eat and others. after arriving at the hotel, i and my family rested in the room. then she descended down to go to the place to eat. some time later i climbed up to relax. Last Update 2023-01-13 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay aku sebuah jam loceng aku sebuah jam loceng. namaku “bell”. badan aku bulat. aku berwarna merah. aku mempunyai loceng di atas kepala. aku dilahirkan di sebuah kilang membuat jam di perak. pada suatu hari, aku dimasukkan ke dalam sebuah kotak bersama rakan-rakanku yang lain. kemudian, kami dibawa menaiki van. perjalanan itu sangat lama. aku tertanya-tanya ke mana aku dan kawan-kawanku akan dibawa. akhirnya aku sampai di sebuah kedai yang terletak di selangor. kedai itu adalah kedai menjual jam. aku dipamerkan di dalam rak kaca. pada ditubuhku terdapat tanda harga rm setiap hari, ramai orang memerhatikan aku di dalam rak itu. setelah beberapa hari, ada seorang kanak-kanak lelaki bernama farees telah membeli aku. aku dibawa pulang ke rumah dan diletakkan di dalam biliknya. aku sangat gembira kerana telah mendapat seorang tuan yang baik. setiap pagi, locengku akan berbunyi kuat untuk mengejutkan farees untuk pergi ke sekolah. apabila bateriku habis, faress segera menukarkan dengan bateri yang baru. aku berasa sangat gembira kerana dapat berkhidmat untuk farees. kini aku telah berkhidmat selama tiga tahun kepada tuanku. badan aku semakin lemah dan tua. aku tidak dapat membunyikan loceng sekuat dulu lagi. akhirnya tuanku meletakkan aku di dalam kotak mainannya. namun begitu aku berasa gembira kerana dapat berbakti pada tuanku. English i'm a wrist watch Last Update 2019-03-12 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Get a better translation with 7,318,785,302 human contributions Users are now asking for help We use cookies to enhance your experience. By continuing to visit this site you agree to our use of cookies. Learn more. OK 12cara yang lebih baik untuk mengelola daftar tugas. Setiap orang memiliki gaya kerja mereka sendiri, tetapi banyak orang mendapat manfaat dari mengatur tugas mereka ke dalam daftar tugas. Berikut adalah 12 cara efektif untuk mengelola daftar tugas Anda. 1. Bagi daftar tugas Anda menjadi beberapa bagian Minggu, 7 Februari 2016 Minggu Biasa V Yes 6 Mzm 138 1Kor 151-11; Luk 51-11 Yesus berkata kepada Simon, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” DALAM bacaan Minggu lalu Lukas 421-30, kita berjumpa dengan Yesus Kristus yang mengajar banyak orang di sinagoga di Nazareth. Hari ini kita membaca bahwa Yesus menghadapi banyak orang di danau dan di sana Ia mengajar mereka. Kita dapat membayangkan bahwa bagi orang-orang ini, danau adalah segalanya air, ikan, makanan, transportasi, obyek keindahan dan kontemplasi. Namun bagi Yesus, danau dapat menyatakan misteri iman dan rencana ilahi. Di danau, Ia hendak membantu kita mengerti begitu banyak hal yang merupakan bagian dari kehidupan dalam perspektif iman. Pertama-tama, Yesus Kristus mengajar kita dengan memasuki perahu Simon dan menyuruhnya untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jalanya. Reaksi Simon mungkin juga menjadi reaksi kita. Tentu Simon lebih tahu dengan baik keadaan danau dibandingkan Yesus. Maka wajar bila SImon berkata kepada-Nya, “Guru, sudah sepanjang malam kami bekerja mencari ikan namun tidak menangkap apa-apa. Namun karena Engkau yang memintanya maka kuterbarkan jala juga. Kita lihat apa yang terjadi.” Simon gelisah dan lelah sudah sepanjang malam gagal mencari dan mendapatkan ikan, namun Ia tetap percaya kepada perkataan Yesus. “Karena perintah-Mu, maka kami terbarkan jala juga!” Di sini kita belajar untuk mendengarkan sabda Yesus dan menerima perintah-Nya, bahkan saat kita mengalami kekecewaan dan kegagalan. Yesus meminta kita untuk sesuatu yang membutuhkan iman dan melawan kesukaan kita pribadi. Kedua, Yesus Kristus hendak mengajar kita tentang kerendahan hati dan ketaatan untuk mewartakan sukacita Injil. Ketika Yesus Kristus melakukan sesuatu yang istimewa dalam hidup kita seperti yang dialami Simon, mungkin kita juga berkata, “Tuhan pergilah dari pada-Ku, sebab aku ini seorang berdosa!” Namun Yesus memanggil kita untuk bersaksi tentang sukacita Injil. Ia akan berkata pula kepada kita, “Jangan takut, Mulai sekarang Engkau akan menjala manusia!” Dalam Adorasi Ekaristi Abadi sementara kita menyembah Yesus Krsitus kita belajar bertolak ke tempat yang dalam di kehidupan kita. Di sana kita juga hendak mendengarkan sabda-Nya dan melakukan kehendak-Nya. Tuhan Yesus Kristus, sejak kami mulai relfeksi ini, kami merasakan Engkau mulai masuk ke dalam kapal kehidupan kami. Kami bertolak ke tempat yang dalam, jauh dari semua keprihatinan harian. Kami bertolak ke tempat yang dalam jauh dari hal-hal harian, untuk mendengarkan Engkau saja. Semoga kami menjadi sungguh-sungguh rendah hati dan penuh syukur sebab Engkau akan menghabiskan waktu-Mu untuk bersama kami secara pribadi dalam Sakramen Mahakudus kini dan selamanya. Amin. Sumber Post navigation Berikutini teknik dasar dalam lompat jauh: 1. Awalan. Awalan atau ancang-ancang adalah gerakan permulaan dalam bentuk lari untuk mendapatkan kecepatan pada waktu akan melakukan tolakan (lompatan). Jarak awalan yang biasanya digunakan oleh para atlet lompat jauh adalah: a. Atlet putri antara 30-45 meter. expand_more malay Malay swap_horiz english English search Translate cancel Translatearrow_forward Please choose different source and target languages.
BERTOLAKKE TEMPAT LEBIH DALAM "Bertolaklah lebih ke dalam dan tebarkan jalamu" mungkin bagi Petrus dan kawan-kawannya yang berpengalaman dalam dunia nelayan, seruan Yesus ini agak ganjil. Sudah

SELAMA tiga dekade hingga masuknya Jepang ke Bali, ternyata Belanda lah yang turut berperan menciptakan pencitraan Bali yang masih langgeng kita kenal hingga hari ini tertib, damai, artistik, dan mencintai kebudayaan. Fakta di buku bertajuk Prosa Gerilya Mengurai Kisah Ngurai Rai tersebut menjadi wawasan baru tentang 'tangan' Belanda yang turut campur membentuk wajah Bali. Citra Bali yang lekat saat ini memang daerah dengan panorama indah berbalut keramahan penduduk yang bernaluri seni tinggi, memiliki adat unik, dan pemeluk Hindu yang taat. Hal itu menjadi daya pikat bagi banyak orang untuk bertandang, bahkan hingga berulang, ke wilayah yang dikenal dengan sebutan pulau dewata tersebut. Tidak mengherankan jika Bali acap diperhitungkan dalam daftar 10 destinasi paling populer dunia versi media berpengaruh, seperti Lonely Planet, Travel+Leisure, hingga Forbes. Sang penulis, Andre Syahreza, ingin memperlihatkan Bali dari sisi yang berbeda. Lewat Prosa Gerilya, ia membawa pembaca lebih dulu pergi ke masa lalu yang kemudian dikorelasikan dengan masa kini. Andre menggambarkan sisi lain Bali melalui perjalanan hidup I Gusti Ngurah Rai, pahlawan nasional yang namanya diabadikan menjadi nama bandara internasional Bali sejak 1969. Buku yang terdiri dari lima bab itu mengurai kisah hidup Ngurah Rai dari sejak kecil hingga menuntaskan perjuangaannya untuk Indonesia pada 1946. Sepanjang menelusuri jejak Ngurah Rai, Andre juga ikut mengupas nuansa Bali di waktu silam. Dimulai dari persinggahannya di Ubud yang lekat dengan suasana tenang, penuh rimbun pepohonan, dan jauh dari ingar bingar, dilanjut dengan menepi ke Desa Carangsari, tempat kelahiran Ngurah Rai, sekitar 10 km dari Ubud. Desa yang dewasa ini, seperti banyak tempat lain di Bali, sudah banyak dihiasi kafe-kafe nan instagramable. Belanda dan Balinisasi Di bab pertama, ada suguhan menarik lain tentang cikal-bakal Bali menjadi destinasi wisata terpopuler yang lagi-lagi disebut ada campur tangan Belanda. Pada halaman 62, misalnya, dikisahkan jika di akhir 1920-an, yang merupakan masa kecil Ngurah Rai, pemerintah Belanda menerapkan Baliseering yang kerap diartikan sebagai Balinisasi. Hal itu disebut menjadi upaya Belanda membentuk orang Bali dalam citra seperti yang ingin dilihat dunia Barat. Baliseering mewajibkan orang Bali untuk menggunakan pakaian tradisional, berbicara dalam bahasa Bali, hingga membangun rumah dengan arsitektur Bali. Jika tidak mengikuti aturan, bisa dikenakan konsekuensi hukum di pengadilan yang diawasi Belanda. Pada kurun waktu tersebut, rombongan wisatawan asing memang sudah mulai berdatangan dalam jumlah kecil, termasuk di antaranya antropolog Barat Margaret Mead dan Gregory Bateson yang sempat menetap di Bali. Pencitraan tersebut kemudian pun terus berlangsung meskipun Belanda sudah kalah di tangan Jepang pada 1942, waktu ketika Ngurah Rai sedang menyelesaikan akademi militer di Jawa Tengah. MI/Duta Memahami Ngurah Rai secara utuh Dalam buku itu, Andre menyajikan fakta sejarah yang mungkin baru bagi sebagian kalangan terkait dengan perjalanan hidup Ngurah Rai hingga akhirnya mampu memetakan taktik perang melawan Belanda dan berjuang dalam Perang Puputan Margarana. Jauh sebelum dilantik menjadi Komandan Resimen TRI Sunda Kecil yang wilayah kekuasaannya mencakup Bali hingga Nusa Tenggara dengan pangkat letnan kolonel, Ngurah Rai muda yang dikenal sebagai pendekar silat bergabung dengan Korps Prajoda, korps tentara kerja sama Belanda KNIL dengan kaum bangsawan Bali. Pengungkapan fakta itu, menurut penulis, bukan lantaran ingin mengubah persepsi tentang seorang pahlawan yang pernah ikut dalam barisan tentara Belanda. Ia ingin mencoba memahami sosok Ngurah Rai secara utuh sebagai seorang manusia, sebagai orang Bali, lebih dari sekadar pahlawan. Karena bagi penulis, kepahlawanan yang nasionalistis hanya mampu memotret satu aspek dari seorang tokoh dan menghilangkan aspek-aspek lain yang sejatinya justru membantu kita melihat tokoh bersangkutan sebagai seorang manusia biasa sebagaimana kebanyakan dari kita. Membaca sejarah dengan bahasa kekinian Buku setebal 204 halaman itu mengulas historis Bali yang bukan sekadar tempat pelesiran dengan kafe-kafe atau beach club kiwari. Meski bukan topik yang terbilang ringan, membacanya terasa mengasyikkan sebab sajian wajah Bali di masa kolonial yang berkelindan dengan figur I Gusti Ngurah Rai sebagai tokoh utama dibahasakan dengan begitu ringan. Beberapa kali penulis menyematkan kalimat-kalimat kekinian yang kerap terdengar di kalangan generasi Z. Cerita awal mula hingga akhir peperangan mengusir penjajah yang dikomandoi I Gusti Ngurah Rai banyak menyuratkan pesan-pesan inspiratif. Cerita tersebut bukan karangan atau sekadar pembacaan literasi dari sang penulis, melainkan hasil wawancara dari para saksi sejarah dan beberapa orang yang dekat dengan Ngurah Rai, baik di dalam maupun luar negeri. Umpama, sebagai pemimpin perang, nyatanya Ngurah Rai digambarkan Wayan Semadi atau Pan Pugeh yang ialah saksi sejarah, sebagai pribadi yang halus dengan sifat damai. Mungkin hal itulah yang membuat ribuan rakyat Bali bersedia berjuang bersama Ngurah Rai, seperti halnya Pan Pugeh yang rela mati demi sang pemimpin. Penulis juga menyertakan cuplikan surat sakti’ Ngurah Rai yang kemudian dibahasakan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati yang karib disapa Cok Ace. Dalam surat balasan Ngurah Rai atas ajakan berunding dari dua perwira Belanda, Termeulen dan Konig, yang pernah dibantunya menyeberang dari Bali ke Jawa ketika Jepang datang, ia berkukuh bahwa Bali bukan tempat untuk berkompromi. Jika ingin kompromi, ia mempersilakan berunding dengan pemerintah pusat. Hal itu lantas dimaknai sebagai sebuah kesadaran besar di masa itu jika Bali ialah bagian dari sesuatu yang lebih besar, yakni Indonesia. Di luar peta wisata Andre Syahreza, penulis kelahiran Jakarta itu, mengaku butuh waktu satu tahun dan melakukan tiga kali kunjungan ke Bali untuk mendapatkan data-data yang kemudian dikisahkan dengan tutur bahasa populer. Kecintaannya pada Bali, yang barangkali terpantik ketika dirinya menghabiskan masa remaja di Singaraja –Ibu Kota Sunda Kecil pada era Kolonial—kemudian berkuliah di Universitas Udayana dan merintis karier jurnalistik di Bali Post, membuat apa saja yang berkaitan dengan pulau dewata selalu menarik di matanya. "Tantangan terbesar setelah 13 tahun hiatus menulis buku itu bagaimana menuliskan kisah bersejarah agar menarik dibaca di masa sekarang. Buku ini saya tulis dengan membayangkan pembaca dari generasi milenial dan zilenial, dan duduk manis setiap hari selama 4-8 jam untuk menulis itu enggak gampang ternyata," kata Andre melalui surat elektronik, Jumat 9/6. Dari riset untuk buku keempatnya itu, Andre mengaku banyak menemukan hal menarik di luar persona Ngurah Rai yang ingin dibaginya juga kepada para pembaca. Salah satunya ialah pengalaman mengunjungi tempat-tempat yang tidak ada dalam peta wisata mainstream, seperti Desa Air Kuning di Kabupaten Jembrana, juga Desa Tanah Aron di Karangasem. Desa-desa tersebut merupakan rangkaian dari jejak perjuangan Ngurah Rai. "Ada sebuah desa di Bali bagian barat yang penduduknya ialah orang-orang Bali beragama Islam. Desa itu terasa seperti Banyuwangi kecil di Bali. Selain itu, saya bertemu saksi-saksi sejarah yang berusia di atas 90 tahun. Mereka pernah bertemu Ngurah Rai, atau ada dalam peristiwa pertempuran pada masa itu. Sepanjang penelusuran, saya bisa melihat sisi lain Bali yang jarang terlihat di brosur pariwisata," tuturnya. Menyimak buku ini, barangkali pembaca akan merasa seperti menyantap hidangan semacam nasi campur. Kadang terasa seperti membaca buku sejarah atau biografi, kadang juga seperti buku travelling. Kendati demikian, Prosa Gerilya Mengurai Kisah Ngurai Rai bisa dibilang nasi campur yang nikmat dan patut dibaca untuk memperluas cakrawala akan Bali dan sang pahlawan I Gusti Ngurah Rai. M-2

JAKARTA Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Iriana Jokowi bertolak menuju Semarang, Jawa Tengah, Senin (4/7/2022) sore dari Bandara Soekarno-Hatta menggunakan pesawat kepresidenan Indonesia-1 untuk melakukan kunjungan kerja.. Pada Selasa (5/7/2022) pagi besok, Jokowi diagendakan menghadiri upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-76 yang dipusatkan di Akademi Kepolisian, Semarang.

Doktrin adalah ajaran resmi Gereja yang hendaknya diterima sebagai suatu kebenaran iman yang bisa mengantar umat pada suatu Kebenaran sejati, yakni Allah yang berkarya dalam Yesus Kristus melalui Roh Kudus, yang diramu dalam bahasa manusia sesuai dengan konteks zaman. Sebuah doktrin dikatakan benar sejauh tidak melenceng dari sumber iman kita yakni Kitab Suci. Sebagai sebuah penuntun, doktrin diharapkan bisa menjadi bagaikan suluh bagi umat beriman dalam kegelapan zaman agar umat beriman tetap berada pada jalan yang benar hingga akhirnya bisa tiba pada tujuan akhir dari perjalanan hidupnya yakni persatuan abadi dalam kebahagiaan kekal bersama dengan Allah Tritunggal. Maka, doktrin bukan sekadar aturan-aturan, pernyataan, atau propoisi mati, melainkan sesuatu yang hidup. Mengapa hidup? Karena ia membantu umat beriman dalam hidupnya dan mengantar umat beriman pada kehidupan. Maka, dalam arti tertentu, doktrin menjadi sesuatu yang menghidupkan. Sebagai sebuah ajaran, doktrin mengalami perkembangan. Karl Popper mengatakan, “Ajaran yang sejati adalah ajaran yang terbuka terhadap verifikasi dan falsifikasi”. Bagi penulis, doktrin Gereja dalam arti tertentu terbuka terhadap verifikasi dan falsifikasi dalam perkembangannya yang hadir dalam sejarah manusia yang selalu berubah. Ajaran mengenai Kristologi, misalnya, memiliki perkembangan mulai dari zaman patristik, abad pertengahan, abad pencerahan, kontemporer, hingga dalam konteks pluralitas agama dunia. Jadi, verifikasi dan falsifikasinya, dalam bahasa Popper, terletak pada daya-guna menghadapi tantangan zaman. Ibaratnya sebuah masakan, bahan-bahan yang ada beserta bumbu-bumbunya perlu diracik sedemikian rupa agar sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen tanpa mengubah bahan pokoknya. Sebagai sebuah ajaran autoritatif, sebuah doktrin memiliki tingkatan hirarkis perihal mana yang memiliki tingkatan yang lebih tinggi di atas yang lain, karena tidak semua doktrin memiliki derajat yang sama. Konstitusi dalam Konsili Vatikan, misalnya, memiliki derajat yang lebih tinggi dari ensiklik dan anjuran apostolik yang dikeluarkan oleh seorang paus. Yang lebih penting lagi ialah, sebuah doktrin selalu sejalan dengan apa yang diwartakan oleh kitab suci dan telah diimani oleh para rasul. Maximus Confessor Dalam hal kesaksian, Maximus adalah seorang martir yang diakui di Gereja Timur. Lidah dan tangannya dipotong karena tetap mempertahankan doktrin yang benar. Melalui tindakannya ini, ia memberi sebuah sumbangan yakni doktrin yang sejati adalah sebuah kesaksian hidup akan iman, bahkan jika iman yang benar itu harus mempertaruhkan nyawa. Melalui kisah hidupnya, kita dapat terinspirasi bahwa doktrin adalah sebuah kesaksian hidup. Dalam hal ajaran, Maximus berupaya menyapa konteks umat pada saat itu dengan menguraikan identitas Yesus sebagai Tuhan sebagaimana yang diimani dalam itilah-istilah yang lazim pada saat itu, misalnya menguraikan tentang Logos, being, well being, dan eternal being. Maximus mau menggunakan bahasa yang lazim pada zamannya untuk menyapa umat sesuai dengan konteks hidupnya. Dalam hal kekhasan, Maximus menekankan tentang pedagogi untuk membahasakan ajaran iman. Salah satu yang terkenal ialah mistagogi, sebuah istilah yang berakar dari dua kata “mysterium” dan “paidagogos”. Dari sini kita bisa terinspirasi bahwa suatu doktrin memiliki kekhasan, dan kekhasan itu tidak terlepas dari konteksnya. St. Agustinus Agustinus mengajarkan bahwa sebuah doktrin sejatinya juga berakar dari sebuah pengalaman eksistensial. Sebuah doktrin bukan sesuatu yang mengawang-awang, tetapi sesuatu yang berasal dari hal yang sangat dasariah yakni pengalaman disapa dan disentuh bahkan dibersihkan oleh Tuhan dalam hidup. Maka, sebuah doktrin sejatinya merupakan bahasa dari pengalaman iman eksistensial akan karya penyelamatan Allah dalam diri manusia. Dalam hal ini, hati nurani yang diterangi oleh wahyu ilahi dalam tuntunan Sabda yang benar memiliki peranan penting. Maka, boleh dikatakan bahwa menurut Agustinus, doktrin merupakan wujud bahasa hati. St. Thomas Aquinas Dalam hal pertanggung-jawaban, Thomas Aquinas mengajarkan bahwa doktrin itu bukan sesuatu yang mengada-ada. Doktrin itu bukan sebuah ilusi. Doktrin semestinya berasal dari akal budi dan bisa dipertanggungjawabkan oleh nalar manusia. Maka, sebuah doktrin harus memiliki dasar-dasar logis berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah. Dalam hal ini, rasio memegang perana penting, khususnya dalam hal pertanggung-jawaban iman. Berkaitan dengan hal tersebut, bahasa iman harus terwujud dalam struktur yang jelas sesuai dengan kaidah yang diterima oleh nalar manusia, karena bagaimana pun juga iman membutuhkan pemahaman. Martin Luther Dari Marthin Luther, kita bisa belajar bagaimana mesti kembali kepada sumber dari doktrin itu sendiri yakni Kitab Suci. Banyaknya buah pemikiran dan teori dalam Gereja oleh para intelektual tidak jarang membuat kita terlena, sehingga melupakan apa yang semestinya menjadi sumber utama iman kita, yakni Kitab Suci. Gerakan kembali ke sumber menjadi poin penting yang ditawarkan oleh Luther. Bagaimanapun juga, Kitab Suci menempati peranan yang sangat sentral dalam perkembangan doktrin. Selain itu, gerakan Luther juga mengingatkan kita akan pentingnya memperhatikan iman eksistensial yang bekembang dalam hidup umat beriman agar lebih menyapa. Dengan demikian, doktrin bisa menjadi semacam ramuan yang sungguh berkhasiat bagi setiap insan yang sedang bergulat dengan berbagai macam kelemahan rohaninya. Konsili Trente Konsili Trente yang melawan Luther mengingatkan kita, bahwa bagaimana pun juga, Kitab Suci sebagai sumber tetap membutuhkan sebuah tafsiran autoritatif, sehingga kita masih membutuhkan para Bapa Gereja sebagai orang-orang yang masih dekat dengan para rasul. Maka, tradisi tetap memiliki peranan penting. Konsili Trente juga mengingatkan bahwa iman yang eksistensial tidak boleh melangkahi apa yang menjadi iman bersama, iman komunal, iman Gereja universal. Maka, sebuah doktrin seharusnya merupakan bahasa yang mengungkapkan iman Gereja secara universal sesuai dengan Kitab Suci dan ajaran para rasul. Bagaimana suatu ajaran atau pemikiran seseorang menjadi doktrin? Suatu ajaran bisa menjadi doktrin jika Sejalan dengan apa yang diwartakan oleh Kitab Suci Bagaimanapun juga Kitab Suci tetap memiliki peranan yang sangat penting dalam perkembangan doktrin. Kitab Suci adalah bertentangan dengan inti keyakinan iman para rasul dan Tradisi Suci sebuah doktrin mesti selalu ada dalam koridor yang telah diimani oleh Gereja sejak awal. Sebuah doktrin tidak jatuh dari langit tetapi lahir dalam sejarah perkembangan iman umat menyapa dan menjawab tantangan iman umat sesuai dengan konteks Sebuah doktrin lahir dalam sejarah dalam konteks tertentu demi menjawab suatu persoalan tertentu berkaitan dengan pergulatan iman umat. Diterima secara umum, diakui oleh otoritas berwenang, dan tidak menimbulkan skandal dalam kehidupan umat konteks hidup Gereja, doktrin dinyatakan benar dan disahkan oleh kekuasaan tinggi Gereja sebagai legitimasi atas autoritas ajaran. MR Pabubung

EditorIcha Rastika. JAKARTA, Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Iriana Joko Widodo bertolak ke Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Kamis (9/6/2022). Kepala Negara bersama rombongan lepas landas dengan pesawat ATR melalui Pangkalan TNI AU Haluoleo, Kabupaten Konawe Selatan, pukul 07.40 WITA.
Ilustrasi Duc in altum. Ist DUC in altum. “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” Lk. 54 Silakan click “Duc in altum…!” Sabda Tuhan kepada murid-murid-Nya di pantai danau Galilea tahun yang lalu, terdengar nyaring sekarang ini pula, “Bertolaklah ke tempat yang dalam….!”. Dengan kata-kata tersebut kita diajak untuk memberi makna mendalam pada peristiwa kebersamaan kita, ketika kita merayakan Tahbisan Uskup sebagai peristiwa iman Gereja. Ajakan itulah yang saya sampaikan ketika saya ditahbiskan menjadi Uskup Bandung, 16 Juli 2008. dan tercantum pada Surat Gembala Uskup pada Awal Tugas Penggembalaan, 19/20 Juli 2008. Ajakan tersebut meneguhkan saya dan banyak saudara lain untuk bertolak ke tempat yang dalam, dan menebarkan jala untuk menangkap ikan melalui jala-jala internet, karena internet dapat menjadi media perwartaan kabar suka cita untuk meningkatkan mutu kehidupan pada zaman kita. Karena kita menyadari ada banyak kepentingan dapat melekat pada jala-jala internet tersebut, misalnya kepentingan bisnis komersial, perlulah kita memurnikan motivasi kita menggunakan sarana komunikasi yang disediakan pada zaman modern sekarang ini. Motivasi yang tidak murni dalam penggunaan jala zaman sekarang untuk meningkatkan mutu kehidupan dapat menjadi penyebab jala mulai koyak, bila ikan yang kita peroleh begitu banyak. Kebangkitan Kristus menjadi daya kekuatan bagi kita untuk memurnikan motivasi kita dalam menggunakan jala dengan semangat baru. Ia yang bangkit telah berkata kepada para murid pada hari setelah kebangkitan-Nya, ketika mereka sedang berada di pantai Tiberias, “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu” Yo. 216. Kesediaan kita melaksanakan kehendak-Nya merupakan bagian kita, agar dapat menyaksikan mukjizat, seperti dulu dialami Simon Petrus. Dulu, “Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.” Yoh 2111. Pada jala zaman kita website dan weblog diciptakan, agar kita mengalami, bahwa Ia hidup menyertai kita, dan kita pun memiliki hati yang peka pada kehadiran-Nya, sehingga kita pun dapat berseru seperti murid yang dikasihi Tuhan, “Itu Tuhan!” Yoh 217, ketika menyaksikan pekerjaan-pekerjaan baik yang dilakukan-Nya pada zaman kita sekarang ini. Salam, doa n Berkah Dalem, Semarang, 20 November 2012 + Johannes Pujasumarta Photo credit Ist Ilustrasi
Diabertolak ke tempat yang lebih dalam. Dia menebarkan jalanya untuk menangkap ikan. Hasilnya adalah mereka mendapat sejumlah besar ikan sehingga jala mereka mulai koyak. Ya, itulah hasil ketaatan. Bisa dibayangkan ketika mereka harus bertolak ke tempat yang lebih dalam. Mengayuh perahu mereka lebih kencang dan mengeluarkan tenaga lebih banyak.
Duc in Altum Bertolaklah ke tempat lebih dalam Dalam kehidupan kita sehari-hari kerapkali kita mendengar tentang orang yang berprofesi sebagai nelayan penjala ikan. Mereka yang setiap hari pergi menangkap ikan ke laut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Mereka yang hidup dekat dengan pantai akan lebih mengerti soal menangkap ikan daripada mereka yang tinggal jauh dari pantai perkotaan. Injil yang disampaikan kepada kita hari ini berbicara tentang seseorang yang berprofesi sebagai nelayan. Nelayan yang bernama Simon yang diceritakan dalam Injil hari ini kurang beruntung karena sepanjang malam tidak mendapatkan hasil yang memuaskan seperti yang dia harapkan sebelumnya. Keputusasaan yang dihadapi tersebut berubah menjadi sukacita karena Yesus penyelamat dunia datang menghampirinya di tepi pantai. Kedatangan Yesus ke pantai tidak hanya mengajarkan atau mewartakan firman Allah tetapi juga ikut serta menebarkan jala di tengah Danau Genesaret. Setelah Yesus selesai berbicara kepada orang banyak, Yesus berkata kepada Simon “Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan“. Jika dipikirkan lebih kritis, bagaimana mungkin seorang anak tukang kayu yang hidupnya jauh dari pantai mengatakan kepada orang yang berprofesi sebagai nelayan,“bertolaklah ke tempat lebih dalam dan tebarkanlah jalamu“ ? Pada awalnya Simon merasa ragu akan perkataan Yesus tersebut karena sudah satu malam menjala ikan tetapi tidak mendapatkan apapun. Selain itu, Yesus menyuruh Simon menjala ikan sesudah matahari terbit atau tengah hari. Akan tetapi karena ketaatannya kepada Yesus dan karena Yesus sendiri yang mengatakan, dia bersama teman-temanya berangkat ke tengah danau untuk menjala ikan. Setelah mereka menebarkan jala, mereka menangkap sejumlah ikan besar sehingga jala mereka mulai koyak. Perkataan Yesus tersebut menjadi gambaran bagi kita bahwa untuk memperoleh sesuatu yang berlimpah harus berani bertolak ke tempat yang lebih dalam. Simon yang pada awalnya penjala ikan dipanggil Allah untuk menjadi penjala manusia. Dipanggil untuk mewartakan firman Allah kepada orang-orang yang belum mengenal atau percaya kepada Allah. Tahun ini merupakan Tahun Lembaga Hidup Hakti. Teladan yang diberikan Simon tentang ketaatan atas perintah Yesus dapat menjadi pegangan yang sungguh berarti bagi semua orang yang percaya kepada Yesus. Para religius yang dipanggil Allah dari berbagai tempat dituntut untuk lebih mementingkan perkara-perkara surgawi. Melayani sesama dan mewartakan karya keselamatan ke sudut-sudut dunia merupakan panggilan kita sebagai pengikut Yesus Kristus. Bertolak ke tempat yang lebih membutuhkan pelayanan adalah salah satu tanda bahwa kita taat kepada Allah. Kita yang mengikuti Yesus harus berani menebarkan “ jala“ ke tempat-tempat yang haus akan cinta kasih yang berasal dari Tuhan. Dengan menebarkan jala mewartakan sabda Allah, maka akan banyak orang yang mengenal Allah dan sekaligus percaya bahwa Dialah pemilik segala sesuatu yang baik. Fr. Thomas Lumban Gaol OFM Cap
JAKARTA PT Mass Rapid Transit ( MRT) Jakarta melakukan kunjungan kerja ke Jepang pada Senin (11/7/2022) hingga Jumat (15/7/2022). Kunjungan kerja yang dipimpin oleh Direktur Operasi dan Pemeliharaan MRT Jakarta Muhammad Effendi bertujuan untuk mempererat kerja sama penyediaan suku cadang dengan sejumlah mitra. Minggu, 7 Februari 2016 Minggu Biasa V Yes 6 Mzm 138 1Kor 151-11; Luk 51-11 Yesus berkata kepada Simon, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” DALAM bacaan Minggu lalu Lukas 421-30, kita berjumpa dengan Yesus Kristus yang mengajar banyak orang di sinagoga di Nazareth. Hari ini kita membaca bahwa Yesus menghadapi banyak orang di danau dan di sana Ia mengajar mereka. Kita dapat membayangkan bahwa bagi orang-orang ini, danau adalah segalanya air, ikan, makanan, transportasi, obyek keindahan dan kontemplasi. Namun bagi Yesus, danau dapat menyatakan misteri iman dan rencana ilahi. Di danau, Ia hendak membantu kita mengerti begitu banyak hal yang merupakan bagian dari kehidupan dalam perspektif iman. Pertama-tama, Yesus Kristus mengajar kita dengan memasuki perahu Simon dan menyuruhnya untuk bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jalanya. Reaksi Simon mungkin juga menjadi reaksi kita. Tentu Simon lebih tahu dengan baik keadaan danau dibandingkan Yesus. Maka wajar bila SImon berkata kepada-Nya, “Guru, sudah sepanjang malam kami bekerja mencari ikan namun tidak menangkap apa-apa. Namun karena Engkau yang memintanya maka kuterbarkan jala juga. Kita lihat apa yang terjadi.” Simon gelisah dan lelah sudah sepanjang malam gagal mencari dan mendapatkan ikan, namun Ia tetap percaya kepada perkataan Yesus. “Karena perintah-Mu, maka kami terbarkan jala juga!” Di sini kita belajar untuk mendengarkan sabda Yesus dan menerima perintah-Nya, bahkan saat kita mengalami kekecewaan dan kegagalan. Yesus meminta kita untuk sesuatu yang membutuhkan iman dan melawan kesukaan kita pribadi. Kedua, Yesus Kristus hendak mengajar kita tentang kerendahan hati dan ketaatan untuk mewartakan sukacita Injil. Ketika Yesus Kristus melakukan sesuatu yang istimewa dalam hidup kita seperti yang dialami Simon, mungkin kita juga berkata, “Tuhan pergilah dari pada-Ku, sebab aku ini seorang berdosa!” Namun Yesus memanggil kita untuk bersaksi tentang sukacita Injil. Ia akan berkata pula kepada kita, “Jangan takut, Mulai sekarang Engkau akan menjala manusia!” Dalam Adorasi Ekaristi Abadi sementara kita menyembah Yesus Krsitus kita belajar bertolak ke tempat yang dalam di kehidupan kita. Di sana kita juga hendak mendengarkan sabda-Nya dan melakukan kehendak-Nya. Tuhan Yesus Kristus, sejak kami mulai relfeksi ini, kami merasakan Engkau mulai masuk ke dalam kapal kehidupan kami. Kami bertolak ke tempat yang dalam, jauh dari semua keprihatinan harian. Kami bertolak ke tempat yang dalam jauh dari hal-hal harian, untuk mendengarkan Engkau saja. Semoga kami menjadi sungguh-sungguh rendah hati dan penuh syukur sebab Engkau akan menghabiskan waktu-Mu untuk bersama kami secara pribadi dalam Sakramen Mahakudus kini dan selamanya. Amin. Kredit foto Ilustrasi Ist Menghadapilaga perdana Liga 1 2021, Persib akan bertolak ke Tangerang pada Jumat (3/9/2021), atau sehari sebelum laga berlangsung.
Apa yang dimaksud dengan Moral Katolik? Jawab Iman akan Kristus dalam tindakan faith in action Apa yang menjadi hakikat dan kekhasan Moral Katolik dibanding dengan pandangan moral secara umum? Jawab Moral katolik didasarkan pada iman akan pewahyuan Allah yang menjadi sumber pedoman untuk hidup baik dan benar. Sementara itu, moral secara umum didasarkan pada kemampuan akal budi untuk memahami yang baik dan buruk, benar dan salah. Apa yang menjadi tujuan dari Moral Katolik? Jawab Kekudusan dan persekutuan dengan Allah Apa sumber-sumber dari Moral Katolik? Jawab a Kitab Suci menjadi sumber utama alam seluruh moralitas Katolik yang memuat pewahyuan Allah yang ditanggapi dengan iman dan dilaksanakan dalam tindakan-tindakan moral. b Tradisi bagian dari kekayaan Katolisisme sebagai tanda proses perjalanan sejarah yang panjang dan kaya akan beragam kebijaksanaan yang didasarkan pada iman yang benar [contoh tulisan para pujangga Gereja, santo-santa, Summae Confessorum] c Magisterium merupakan ajaran sah Gereja Katolik yang menjadi pedoman hidup keseharian dengan berbagai kompleksitas, pertimbangan dan pemecahan [ Ensiklik Evangelium Vitae untuk martabat hidup manusia, Laborem Excercens untuk moral sosial, dll.] Apa prinsip-prinsip dasar dari Moral Katolik? Jawab Prinsip dasar moralitas Katolik ada pada keutamaan Kristiani yang mencakup Iman, harapan, kasih. bdk moralitas umum yang belandaskan pada keutamaan kardinal keadilan justitia, kebijaksanaan prudentia, penguasaan diri temperantia, keberanian fortitudo. Moral Katolik memiliki beberapa bidang pendalaman. Bagaimana karakteristik atau kekhasan dari masing-masing bidang pendalaman Moral Katolik tersebut? Jawab a Moral Keluarga dan Perkawinan mengatur hidup keluarga khususnya menyangkut pendidikan anak dan keharmonisan hubungan suami-istri [ penggunaan alat kontrasepsi, artificial procreation] b Moral Hidup mengatur bagaimana menghargai hidup sebagai anugerah dari Tuhan yang harus dipelihara sejak awal hingga berakhirnya secara normal [ hukuman mati, assisted suicide, euthanasia, aborsi, privasi, peperangan, genetic engineering, human enhancement] c Moral Sosial mengatur hubungan satu orang dengan orang lain [manusia dengan ciptaan lain] sebagai ciptaan dan citra Allah yang memiliki martabat yang harus dibela dan diperjuangkan [ ketidakadilan, diskriminasi jender, rasisme, kapitalisme, sosialisme, komunisme, kemiskinan, perbudakan]. Penjelasan Lanjutan Moral selalu berhubungan dengan “tindakan manusia”. Moralitas adalah pedoman untuk bertingkah laku. Subjek dari moralitas adalah manusia itu sendiri senangkan yang menjad objek adalah tindakan manusia. Moralitas menentukan salah atau benar, baik atau buruk tindakan manusia. Nilai-nilai moral tertanam dengan baik dalam setiap kebudayaan manusia, persisnya dalam kearifan-kearifan wisdom lokal yang dituruntemurunkan dari generasi ke generasi. Moralitas dapat dikatakan sebagai hasil refleksi peradaban manusia akan diri dan tujuan hudup baiknya dalam dinamika perjalanan hidupnya. Dalam praktik Gereja awal, moralitas selalu dikaitkan dengan dosa sehingga moralitas erat kaitannya dengan sakramen pengampunan dosa. Teologi moral kala itu berkutat pada punisment atas dosa-dosa setiap orang berdasarkan kriteria berat dan ringan. Bangsa Celtik atau para peniten abad pertengahan membentuk literatur teologis yang unik dan memukau. Tradisi penitensial bermula di Irlandia dan disebarkan ke wilayah Kontinen oleh para biarawan missionaris dari Irlandia. Hal ini semakin subur dari abad ke-6 hingga ke-10. Secara singkat dikatakan bahwa penitensi-penitensi berisi daftar dosa yang akan langsung dikaitkan dengan denda. Salah satu contohnya terdapat dalam The Penitential of Theodore Jika seseorang mencuri dari gereja, maka ia harus menggantinya empat kali lipat; jika dari orang biasa, dua kali lipat. Penitensi-penitensi The Penitentials digunakan sebagai pedoman administrasi dalam sakramen pengampunan dosa. Penitensi-penitensi tersebut memampukan para pengaku untuk menentukan bentuk spesifik dari dosa tertentu dengan hukuman tertentu. Praktik ini mulai dilakukan di Irlandia dan Kontinen Alpen Utara. Pengakuan publik praktis hanya dilakukan di Roma. Penitensi-penitensi memegang peranan penting dalam Kristenisasi khususnya di Irlandia dan Inggris dan kemudian di Eropa Utara dan Tengah. Asalnya dari kebudayaan Celtik. Teologi moral menjadi semakin sistematis setelah munculnya Summa Theologiae Thomas Aquinas pada abad ketigabelas. Teologi menjadi sangat sistemantis dalam Summa Theologiae. Hal ini terjadi karena dipengaruhhi oleh lingkungan di mana teologi kini berkembang universitas. Kini teologi berada di bawah keuskupan bukan biara; lebih berciri urban bukan rural; lebih berambisi intelektual daripada bertujuan religius atau monastik. Sejak tahun 1200 universitas-universitas mulai mengartikan diri secara unik sebagai “sebuah komunitas terpelajar dari para guru dan cendekia, universitas societas magistrorum discipulorumque”. Universitas-universitas mencoba untuk menghindari kontrol baik dari kerajaan, maupun dari kepausan. Salah satu yang sungguh independen pada saat itu adalah University of Copleston. Hal ini memberi ciri tertentu bagi teologi yang berkembang pada abad ketigabelas, yakni independensi teologi dari kepausan dan kerajaan/negara. Teologi yang berkembang pada abad ini juga adalah produk para anggota Dominikan dan Fransiskan. Selain itu, teologi yang dihasilkan pada abad ini lebih untuk kepentingan intelektual, dan bukan pastoral. Para kaum terpelajar mulai membaca sumber-sumber non-Kristiani, khususnya tentang Yahudi dan Islam. Mulai dibedakan antara agama dan teologi, antara filosofi dan pengalaman manusiawi. Pada masa ini, teologi dipahami sebagai upaya untuk menemukan pola-pola teratur dan makna inheren dalam doktrin-doktrin yang membentuk hidup keagamaan Eropa Barat. Thomas Aquinas menuliskan bahwa dalam diri setiap manusia, Allah “memateraikan” imprint pengetahuan-Nya Summa Theologiae 1a, ad 2. Dengan mengatakan ini, Aquinas mau menekankan bahwa tujuan akhir manusia adalah Allah sendiri, kekembalian manusia kepada Allah dengan cara menampilkan ciri keilahian yakni kebaikan dalam hidup sehari-hari. Pada level tertentu, moral katolik tidak berhenti pada hubungan dengan manusia. Sebaliknya, ia sampai pada hubungan dengan Allah science concerned with God sebagai sumber, teladan, dan tujuan tindakan manusia. Allah menjadi tujuan utama telos tindakan manusia. Setelah Konsili Vatikan II Setelah Konsili Vatikan II, muncul muncul teolog-teolog moral seperti Bernard Häring, Karl Rahner, Bruno Schüller, Josef Fuchs, Richard McCormick, dan Charles Curran. Para penulis ini memiliki pengaruh yang besar di kalangan moralis Katolik kontemporer. Mereka ini mencoba untuk mengontekstualisasikan teologi moral sesuai dengan zamannya. Bernard Häring Tulisan Häring, The Law of Christ, menekankan pentingnya tanggapan terhadap undangan Allah, konversi, dan keteguhan hati mengikuti Kristus demi keselamatan jiwa-jiwa. Disertasinya yang berjudul Das Heilige und das Gute, adalah studi atas karya Max Scheller dan Rudolf Otto. Dalam disertasi tersebut ia meneliti hubungan antara kebebasan dan rahmat dari sudut pandang yang kudus dan yang baik. Pada tahun 1978, Häring menerbitkan sebuah karya sistematis yang berjudul Free and Faithful in Christ. Karya ini merupakan kelanjutan dari The Law of Christ, tetapi juga berisi perkembangan kematangan pikiran penulis. Karya ini berisi asal-usul teologi Moral, pemurnian dalam hal tanggung-jawab, dan konsep mengenai hukum kodrat. Dalam konteks hukum kodrat ini, ia menegaskan pentingnya pandangan mengenai posisi normatif dalam teologi moral. Maka untuk mengurai hal ini, ia kembali pada Kitab Suci Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Penggunaan Kitab Suci untuk menilik kembali visi Kristiani mengenai teori etis adalah sebuah inovasi baru dalam kalangan para teolog kontemporer kala itu. Baginya, hukum kodrat bukan sekadar doktrin filosofis sebagai fondasi teologis, melainkan sebagai doktrin teologis yang berpangkal dari penciptaan. The natural law dan the new law keduanya ada dalam pewahyuan. 2. Karl Rahner Upaya pokok Rahner adalah merelokasi teologi moral menjadi teologi sistematis dengan mengelaborasi antropologi teologis. Dalam Foundations of Christian Faith ia menuliskan “… very many individual moral norms which are binding on Christians reflect structures which belong to concrete reality which is different from God. Social justice and certain norms of sexual morality are in the first instance descriptions of the structures of created reality, of finite, conditioned and contingent realities, and they are descriptions which have been transposed into normative language”. Ia memberi penekanan pada kondisi kemungkinan bagi setiap individu untuk membangun hubungan yang kaya dan makin dewasa dengan Allah dalam perjuangan menjadi apa yang seharusya bisa mereka buat. Dia juga menekankan pendekatan empiris terhadap norma-norma moral konkret . Pemahamannya mengenai hubungan antara kodrat dan rahmat, iman dan akal budi, filsafat dan teologi dengan jelas mengubah rasa dan aliran teologinya. Penerimaannya terhadap tradisi Kantian dan filsafat modern berubah pada subjek yang memampukannya merangkul posisi-posisi yang tak bisa dijangkau oleh para neo-Thomist. Etika, teologi rahmat, dan teori tentang pribadi yang dikembangkannya sungguh sangat berlawanan dengan para neo-Thomist. 3. Bruno Schüller Bruno Schüller adalah seorang teolog Jesuit Jerman yang juga menjadi kritikus manual neo-Thomist. Dalam Gesetz und Freiheit, ia mengkritisi pandangan para manualis tentang hukum Ilahi. Bagi Schüller, manual-manual tradisional sama sekali tidak berkaitan dengan etika filosofis dan hukum Gereja. Baginya, ada dua karakteristik teori moralitas 1 teori moralitas mengkaji tentang tuntutan-tuntutan moral yang bisa dibenarkan secara moral lantaran kodrat, sehingga mengambil jarak dari setiap bentuk positivisme moral; 2 teori moralitas mengandaikan adanya sumber insight yang logis terhadap tuntutan-tuntutan moral bagi akal budi ratio, sejauh akal budi ini dibedakan dari iman fides”. Bagi Schüller, moralitas adalah hasil dari dua aspek fundamental eksistensi manusia keterciptaan creatureliness dan kebebasan freedom. Keterciptaan mengindikasikan ketergantungan yang menjadi ciri eksistensi manusia; kebebasan dan kepribadian personhood merefleksikan independensi eksistensi manusia. Kehadiran keduanya menjadi ciri manusia yang melahirkan kewajiban moral das unbedingte Sollen, die Notwendigkeit des Sollens. Ada tiga istilah kunci yang digunakan oleh Schüller sebagai pusat moralitas kewajiban tak bersyarat dari hukum das unbedingte Sollen des Gesetzes, hukum ilahi Gesetz Gottes dan hukum das Gesetz. 4. Josef Fuchs Pada tahun 1955, Fuchs menerbitkan Natural Law, yang mengindikasikan kedekatannya dengan neo-Thomisme. Pada tahun 1970, ia menerbitkan Human Values and Christian Morality yang menekankan karakter teologis hukum kodrat. Baginya, elemen hukum kodrat adalah elemen-elemen aturan moral supranatural. Hukum Kristus tidaklah dilihat sebagai yang material. Kristus tidak dilihat sebagai pemberi hukum yang baru. Sebaliknya, Kristus adalah prinsip yang menjiwai animating principle dalam tindakan moral orang-orang Kristiani. Hal inilah yang membedakannya dari pendekatan para neo-Thomist. Fungsi penjiwaan Kristus ada dalam rahmat dan karya Allah dalam diri setiap insan; dan bukan dihubungkan dengan hal-hal yang berciri psikologis. Pribadi Kristus berkarya dalam semangat cinta dan penebusan dalam hidup setiap insan. 5. Richard McCormick Richard McCormick adalah teolog moral paling berpengaruh di Amerika. Dalam “Human Significance dan Christian Significance”, McCormick merumuskan lima premis yang dipegang oleh mayoritas teolog moral Katolik keutamaan kasih, interioritas esensial hukum dalam Perjanjian Baru, eksistensi hukum kodrat, hubungan antara hukum kodrat dan moralitas injili, dan penolakan terhadap moralisme. Bagi McCormick, norma-norma moral adalah pernyataan mengenai “value” dan “disvalue”. “Value” adalah kesempatan bagi setiap orang untuk mekar berseri. “Value” inilah yang menjadi maksud dari objek moral, yakni yang mencakup hal-hal konkret dalam hidup manusia. McCormick mencatat ada tigabelas elemen kunci dalam kisah Kristiani, seperti “God is the author and preserver of life”, dan “in Jesus’ life, death and resurrection we have been totally transformed into new creatures, into a community of the transformed”. Agar bisa mendunia, kisah Kristiani perlu ditatapkan pada nilai dan makna sebagai ekspresi dari kedekatan natural dunia nyata. Etika teologis perlu menghubungkan ungkapan kultural dari nilai-nilai dasar manusia dengan visi yang didasarkan pada kisah Kristiani Christian story. 6. Charles E. Curran Charles E. Curran adalah seorang teolog Katolik sangat berpengaruh di Universitas Katolik Amerika. Model etis yang dia kembangkan ialah relasionalitas dan responsibilitas. Hal ini ada kaitannya dengan pendahulunya, Bernard Häring. Namun, ia juga banyak mengacu pada karya-karya Richard Niebuhr, The Responsible Self. Dalam relasionalitas dan responsibilitas, Curran menawarkan alternatif ketiga moralitas selain daripada teleologi dan deontologi. Ia menuliskan, “Misteri salib dan paskah mengingatkan kita bahwa tujuan atau akhir hidup kita tidaklah berada di tangan kita. Sebagai orang-orang Kristiani, kita hidup dalam harapan bahwa yang jahat dan berbagai permasalahan terkini dapat diubah oleh kuasa Allah dan seutuhnya berubah menjadi keutuhan hidup”. Bagi Curran, keutamaan-keutamaan, tujuan hidup, penilaian moral orang-orang Kristiani akan membangkitkan cara hidup autentik dari setiap pengikut Kristus. Ia mengangkat lima misteri Kristiani penciptaan, dosa, inkarnasi, penebusan, dan kebangkitan. Pendirian ini akan memancarkan terang bagaiman orang-orang Kristiani memaknai kematian, akan makna misteri paskah, dan dengan demikian membangkitkan sikap, disposisi dan tujuan khas dari perspektif Kristiani. Misteri Kristiani inilah yang akan membentuk cara pandang orang Kristiani terhadap dunia. Bagi Curran, doktrin mengenai penciptaan, dosa, inkarnasi, penebusan, dan kebangkitan memampukan setiap orang Kristiani untuk melihat dunia senyata-nyatanya yakni sebagai “yang tercipta, yang berdosa, dan yang tertebus”. Dengan demikian, setiap orang Kristiani diharapkan bisa menguraikan aturan moral manusia historis dalam terang “kisah, simbol, dan pemahaman-diri Kristiani”. Baginya, keyakinan teologis akan membentuk dimensi subjektif dan objektif dalam dunia orang-orang Kristiani. Sumber Gallagher, John A. Time Past, Time Future. An Historical Study of Catholic Moral Theology. New York Paulist Press, 1990. Honoré, Tony. “The Necessary Connection between Law and Morality”, Oxford Journal of Legal Studies, Vol. 22, No. 3 Autumn, 2002, pp. 489-495, , 3600656 New Catholic Encyclopedia. “Method of Moral Theology”, The Gale Group Inc., 2003 O’Callaghan, Denis. “Theology 6 Law and Morality”, The Furrow, Vol. 22, No. 6 Jun., 1971, pp. 350-362, Salzman, Todd A. Method and Catholic Moral Theology. Nebraska Creighton University Press, 1999. Weaver, Darlene Fozard. The Acting Person and Christian Moral Life. Washington Georgetown University Press, 2011.
Rr Cornea Khairany. 25 September 2021 1.32 AM · Bacaan 2 menit. Kontingen wushu Sumatera Utara bertolak menuju Merauke pada Sabtu (25/9) untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) PON XX di Papua. Keberangkatan kontingen yang berkekuatan 25 atlet, pelatih dan ofisial itu dilepas oleh Kadispora Sumut Ardan Noor beserta Ketua Umum KONI Sumut

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Ajakan untuk memulai ibadat dengan menyanyikan Lagu PembukaTanda SalibSalamPengantarBeberapa kali setiap pagi hari melintasi Kantor Sekolah SMK Bitauni, saya selalu memperhatikan dasar campuran semen yang persis vertikal dengan arah tetesan embun pagi dari atas atap seng. Suatu kenyataan yang membuat saya kagum adalah dasar semen itu dari hari ke hari, perlahan cekung sesuai dengan diameter tetesan-tetesan embun pagi. Lalu saya mulai bertanya-tanya, kok hujan berulang-ulang lebat dan deras arus airnya tetapi dasar semen ini tetap saja rata. Atas refleksi yang mendalam, kemudian saya menemukan satu prinsip dalam hidup bahwa tetesan-tetesan air membobol tegarnya batu karang bukan karena kekuatan melainkan karena keseringan. Keseringan mengandung dua hal utama yakni setia dan tekun. Atas nama ketekunan yang berbasiskan kasih, kita mampu mengatasi segala tantangan yang keras dan datangnya silih berganti. tekun dan setia adalah buah kasih. Wujud dari tekun dan setia yakni kita membaktikan diri, membaktikan tenaga, pikiran, perasaan dan karya kita untuk melayani tanpa diskriminasi terhadap siapapun. Sebab kita tidak terpanggil untuk sempurna melainkan kita terpanggil untuk setia. Dengan jaminan kesetiaan dan ketekunan, kita mampu dihantar untuk mendekati kesempurnaan dalam pelayanan. Saya MengakuSemoga Allah yang Mahakuasa….Doa Pembuka Allah Bapa Maha Penyerta, kami bersyukur kepada-Mu karena berkat penyertaan-Mu, kepada kami umat-Mu. Kini, kami berkumpul dalam satu kesatuan, dalam terang iman, kami bersyukur kepada-Mu, karena penyertaan-Mu menyertai kami dalam pelayanan kepada masyarakat; khusus semua anggota CU Kasih Sejahtera. Kami mohon, sekiranya segala kinerja kerja dan pelayanan kami dapat berkenan bagi-Mu. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma, 151-7,13 Isi Pokok Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma, memberikan rangkuman yang terperinci tentang Injil Yesus Kristus. Pada zaman Gereja Perdana, Orang Kristen Yahudi dan orang Kristen non-Yahudi orang-orang Yunani, terkadang tidak paham dan tidak sepaham atau sepakat mengenai bagaimana manusia dibenarkan, dan diterima oleh Allah dan bagaimana para Pengikut Kristus seharusnya hidup serta cara apa yang ditempuh untuk hidup menurut Lukas, 51-11Tema utama Injil Lukas adalah mengisahkan tentang Hidup dan karya yesus dan kelahiran-Nya hingga kematian-Nya serta perhatian Yesus terhadap orang-orang miskin dan hidup dan beberapa poin permenungan iman, yang mau saya bagikan kepada kita sekalian dalam kesempatan berahmat ini Dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma Orang lemah dan orang kuat Rembulan menangis di serambi malam, Lolong burung malam di rimba, Melengking menyayat jiwa. Tangis kami pecah di batu, Duka kami remuk di dada, Angin pun menjerit, Badai bergemuruh, Semuanya marah, Hanya iblis sajalah yang terbahak, Lagu Ebiet berjudul Rembulan Menangis, mengantar kita untuk bermenung tentang banyaknya orang-orang lemah dan miskin di antara yang merintih kesakitan namun telinga-telinga orang kuat tertutup atau entah sengaja kuat bantulah mereka yang lemah. Mengikuti Allah yang mengasihi orang-orang terpinggirkan dan lemah. Orang kuat jangan mencari kesenangan sendiri karena suatu ketika anda bisa tersesat karena kesenangan anda sendiri. Orang lemah jangan nyaman dengan keadaan lemah terus-menerus karena suatu ketika anda akan celaka karena perasaan nyaman yang satu hati dan satu suaraSering kita mengaku satu hati tetapi tidak satu suara. Sering kita berbicara satu suara tetapi tidak satu hati. Mari kita buka dealer Honda ; supaya kita one heart atau kita satu memiliki suara dan mata. Suara milik hati adalah suara hati dan mata hati adalah kasih. ketika kita melihat sesama yang berkekurangan, hati kita tergerak oleh belaskasihan. Mengapa karena hati memiliki mata. Ketika mata hati melihat mereka yang berkekurangan, suara hati mengatakan rela membantu. Ketika suara hati berkehendak demikian, lakukanlah tanpa ragu sebab itu adalah wujud dari kehendak Allah. Karena itu satu hatilah dan satu suaralah untuk melayani karena dengan itu kamu akan makin bagi sesamaMembantu mereka dengan tulus untuk membangun mereka dan kebaikan mereka. Mengapa karena seringkali orang lemah terus lemah karena lemahnya perhatian dari mereka yang kuat. Sebagai orang beriman, kita tidak memiliki alasan yang sangat mendasar untuk tidak membantu khususnya mereka yang lemah, karena Kristus yang kita imani merupakan puncak kasih Allah yang datang untuk kita semua tanpa membeda-bedakan. Serta dari kodrat kita, kita hidup karena adanya mereka yang lain. Aku, engkau, dia menyatu dalam kita. Dalam kita, yang berat menjadi ringan, yang jauh menjadi InjilLukas Bertolaklah ke tempat yang dalam Duc in altumPenjala ikan menjadi penjala manusiaKalau menjadi nelayan bertolaklah ke kedalaman laut untuk mendapat ikan. Kalau menjadi penjala manusia bertolaklah ke kedalaman hati untuk menjala manusia. Yang paling terdalam dari hati adalah kasih. temukanlah kasih dan jadikanlah sebagai dasar untuk melayani. Atas dasar kasih akan membuahkan pelayanan yang prima. Utamakan kasih dengan pelayanan yang tulus maka upahmu akan datang dengan sendirinya sebab kalau utamakan upah maka kasih dan pelayanan yang tulus akan sirnah dengan sendirinyaMenjala ikan adalah perintah biologis untuk memenuhi nafkah hidup dan nafkah ekonomi. Menjala manusia adalah perintah iman untuk membangun rasa setia kawan dan solidaritas dengan sesama. Supaya segala pelayanan berhasil, jalalah terlebih dahulu manusianya kemudian barulah bersatu hati dan bersatu suara untuk membangun kinerja kerja yang tenaga sendiri tidak berhasilGuru sepanjang malam kami bekerja keras tetapi tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau yang menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga. Kalau kita mengandalkan Tuhan, janganlah takut dan cemas, karena mulai sekaran kita akan menjadi penjala isi pokok Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma dan Isi pokok InjilLukas Dengan memahami dan melakukan poin-poin iman ini, kita diterima dan dibenarkan oleh Allah karena hidup dan karya kita mengikuti hidup dan karya Kristus sebagai teladan dan nasihat-nasihat singkat Tabung dan Bunga adalah sepasang kekasih yang baru satu tahun menikah. Pekerjaan Tabung adalah ojek. Bunga adalah Ibu rumah tangga. Tabung bekerja keras, keluar rumah jam 5 pagi dan masuk rumah jam 5 sore. Setiap kali masuk rumah bunga selalu senyum karena pasti akan mendapat uang setoran. Suatu ketika, tabung bertanya-tanya dalam hatinya. Apa sebab? Karena uang setoran masuk tiap hari tapi banyak pengeluaran tak terduga oleh Bunga, bahkan pengeluaran melampaui pemasukan. Suatu malam, Tabung bertanya kepada Bunga. Bunga, uang ini atur karmana kok, habis cepat ini. Masa barang ini, masuk banyak tetapi keluar tidak terasa. Lalu Bunga menjawab Bung bagaimana, uang mau tetap kalau setiap pagi Bung keluar selalu kembali minta uang setengah dari setoran sebelumnya. lalu, selalu ada Pak Koperasi yang datang untuk menagih cicilan pinjaman, katanya uang setoran itu adalah hasil pinjamanmu. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya

CorneaKhairany. Kontingen Sulawesi Selatan akan bertolak ke Papua untuk mengikuti Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI pada 3 November 2021 atau dua hari sebelum pembukaan. Ketua National Paralympic Commite (NPC) Sulsel Kandacong mengatakan kontingen yang akan berangkat berjumlah 60 orang, yang terdiri dari atlet, pelatih dan ofisial.
Kamis, 3 September 2020 Bacaan Injil Lukas 51-11 Yesus berkata kepada Simon “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan”. Simon menjawab “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” Lukas 54-5 Ada seorang pemuda menyelesaikan kuliah S1-nya tujuh tahun lamanya. Dia sempat sharing kalau lebih enak jadi mahasiswa daripada harus bekerja. Jadi mahasiswa itu belum terikat pada jadwal jam kerja harian dan keharusan untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan serta hubungan komunikasi dengan bos, karyawan lain, customer yang tidak selalu berjalan mulus. Jadi mahasiswa juga masih bisa bangun siang kalau jam kuliahnya siang atau sore hari. Masih bisa “main”, jalan-jalan, kumpul-kumpul dengan teman. Tanggung jawabnya pun sebatas menghadiri kuliah, mendengar dosen ceramah di kelas, mencari buku-buku kuliah, mengerjakan tugas-tugas kuliah, UTS, UAS. Tetapi berbeda dengan orang yang sudah bekerja, ia memiliki tanggung jawab atas pekerjaannya, hubungan dengan atasan, sesama rekan kerja, bawahan yang harus dijaga baik-baik kalau ia mau tetap dipertahankan bekerja di salah satu perusahaan tempatnya bekerja. Dalam bacaan injil hari ini Yesus menyuruh Petrus untuk “bertolak ke tempat yang lebih dalam dan menebarkan jalanya untuk menangkap ikan“. Jika dipikirkan lebih kritis, bagaimana mungkin seorang anak tukang kayu yang hidupnya jauh dari pantai mengatakan kepada orang yang berprofesi sebagai nelayan,“bertolaklah ke tempat lebih dalam dan tebarkanlah jalamu“? Pada awalnya Simon merasa ragu akan perkataan Yesus tersebut karena sudah satu malam menjala ikan tetapi tidak mendapatkan apapun. Selain itu, Yesus menyuruh Simon menjala ikan sesudah matahari terbit atau tengah hari. Akan tetapi karena ketaatannya kepada Yesus dan karena Yesus sendiri yang mengatakan, dia bersama teman-temannya berangkat ke tengah danau untuk menjala ikan. Setelah mereka menebarkan jala, mereka menangkap sejumlah ikan besar sehingga jala mereka mulai koyak. Pelajaran yang bisa kita renungkan bersama melalui kisah Injil hari ini adalah kesediaan untuk bertolak ke “tempat yang lebih dalam”. Tempat yang “dalam” di dalam kehidupan kita sehari-hari bisa dipahami sebagai tempat yang penuh dengan tantangan, ancaman, ketidakpastian, tetapi juga mengandung peluang. Banyak orang yang takut, enggan, tidak mau melangkah ke tempat yang dalam karena rasa takut yang ada pada dirinya. Banyak orang hanya mau berhenti pada tempat yang tidak terlalu dalam, karena tempat itu dirasa nyaman, sudah kita kuasai, sedikit mengandung resiko. Demikian pula siswa kerapkali hanya berhenti menggali pengetahuan sebatas apa yang diajarkan oleh guru mereka. Tidak berani untuk mengemukakan pendapatnya sendiri sebagai akibat dari studi mendalam terhadap materi pelajaran yang ia ambil, karena takut untuk ditentang, tidak disetujui, ditertawakan, dianggap tidak berkualitas pemikirannya. Selama rasa takut itu menyelimuti diri siswa tadi, selama itu pulalah dirinya tidak akan menemukan hal-hal yang baru di dalam pengetahuan dan keterampilannya. REFLEKSI Apakah selama ini kita mengikuti suara Tuhan yang ada dalam hati kita, atau ikut-ikutan dengan orang lain yang salah karena takut dianggap sok suci dan sok hebat? DOA Allah Tuhan kami ajarkan kami selalu agar kami selalu mengikuti hati nurani kami sebagai suaraMu dalam bertindak. Demi Kristus Tuhan kami. Amin. AKSI Mari kita selalu mengikuti suara hati kita untuk berbuat yang terbaik bagi sesama. Sumber Renungan BKSN Komisi Kateketik KAJ
Liputan6com, Banyumas - Jika generasi lama mengenal pepatah "tak kenal maka tak sayang", maka generasi kekinaian mengenal ujaran "kenal di kanal digital cukup untuk saling sayang". Pameo itu setidaknya mencerminkan ikatan cinta sejoli asal Kabupaten Banyumas yang kenal di media sosial, lalu membawa kabur anak gadis orang yang belum juga genap berusia 15 tahun. ES (22) adalah pemuda asal
Malay saya bertolak dari rumah English i'm leaving from home Last Update 2018-10-01 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Last Update 2022-08-07 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Last Update 2010-07-07 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Last Update 2010-07-07 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay kami bertolak dari rumah pada pukol 800 pagi Last Update 2023-01-27 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay pelajar lari dari rumah English students running away from home Last Update 2016-07-13 Usage Frequency 4 Quality Reference Anonymous Malay mereka bertolak dari rumah pada pukol 800 pagi English we left home at 800 am Last Update 2020-03-02 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay dihalau keluar dari rumah English drive out of the house Last Update 2020-08-07 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay bertolak dari hq ke gua angin English departing from hq to the wind cave Last Update 2022-11-01 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay apa maksud menjauhkan diri dari rumah English apa maksud stay away from my side Last Update 2020-12-03 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay bungkusan telah bertolak dari stesen j English parcel has departed from station j&t sbh_gateway02 Last Update 2021-07-12 Usage Frequency 1 Quality Reference AnonymousWarning Contains invisible HTML formatting Malay dari rumah awak pergi pejabat berapa jauh English god passes the test to our ability Last Update 2019-10-13 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay pemandangan menjelang waktu senja dari rumah saya Last Update 2019-06-23 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay saya masih batuk dan terus berkerja dari rumah English i'm still coughing Last Update 2022-02-19 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay kami menaiki beca dari rumah pada pukol 800 pagi English we depart from home at 800 am Last Update 2019-01-12 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay perjalanan ke pantaitersebut dari rumah saya mengambil masaselama setengah jam English the trip to the house from my house took half an hour of mascara Last Update 2018-03-05 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay perjalanan dari rumah saya ke hospital mengambil masa lima belas minit English the journey from my house to the hospital takes fifteen minutes Last Update 2013-06-08 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay ingin meminta kebenaran dari anda untuk membenarkan saya bekerja dari rumah English would like to ask permission from you to allow me to work from home Last Update 2021-09-15 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay saya keluar dari rumah untuk berehat dan menghirup udara yang segar dengan berjalan di tepi tasik English i came out of the house to relax and breathe fresh air by walking by the lake Last Update 2021-11-24 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous Malay mempromosikan penghataran berbayar di social media dengan menghatar sesuatu barang dari rumah penjual ke rumah pembeli English promote paid ratings on social media by flipping items from a seller's home to a buyer's home Last Update 2020-04-03 Usage Frequency 1 Quality Reference Anonymous
JAKARTA Komisi Kepolisian Nasional bertolak ke Jambi untuk mendatangi keluarga Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.. Brigadir J merupakan sopir dari istri Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, PC, yang tewas dalam baku tembak di rumah Sambo.. Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto mengaku mendapat banyak penjelasan dari keluarga Brigadir J dalam kunjungan itu. Saudara/saudariku terkasih, Tiga bacaan hari ini menampilkan tiga tokoh yang, kalau kita mau selamat akhirat dan bahagia di dunia mulai besok pagi, wajib kita teladani Nabi Yesaya, Rasul Paulus, dan Simon Petrus dkk. Mereka merendahkan diri mereka di hadapan Tuhan, mengosongkan batinnya, dan siap mengikuti Yesus. Kata Yesus kepada Simon Petrus, duc in altum, bertolaklah ke tempat yang lebih dalam. Apa reaksi Simon Petrus? Ini alur perubahannya. Pertama, ketika awalnya dia melihat Yesus menaiki perahunya, dia tersungkur melihat Yesus dalam perasaan kerendahan dan kehinaannya. Bagaimana dengan kita? Tentu kita kita tidak sebaik Simon Petrus. Masih baik dia menyadari Tuhan menaiki perahunya. Kita sering terlalu asyik dengan kesenangan duniawi kita sehingga alih-alih merendah dan tersungkur, sadar akan kehadiran-Nya saja tidak. Kita tahu jam kerja dimulai pukul tetapi lebih sering kita baru buka komputer jam Kita yakin virus sudah menyebar luas hari ini 36 ribuan, dan kita warga atau pimpinan unit atau anggota gugus tugas, tapi “sengaja lupa” menjaga jarak. Lupa yang sengaja, lupanya zaman now. Kita tahu hari ini seragam apa, tetapi kita pura-pura mati lampu sehingga salah mengeluarkan baju dari lemari, termasuk saya. Kita paham harus berbahasa Inggris karena itu penting agar sekolah ini diminati, tetapi kita malas untuk itu dan tidak merasa bersalah. Kita sering gagal melihat kebaikan-kebaikan sehari-hari sebagai bentuk nyata kehadiran Tuhan. Kita paham harus mengajar secara benar, tetapi RPP saja kita bikin ala kadarnya, padahal kita masih mampu membuatnya lebih baik, ada waktu, ada sumber daya, dan kita tidak merasa bersalah. Boro-boro kita menyadari kelemahan diri, anak yang tidak bisa mengerjakan soal di papan tulis saja kita beri omelan seolah dia serba salah tanpa berpikir sedikitpun bahwa dia seperti itu karena cara kita membimbing dan mengajar masih banyak kekurangannya. Boro-boro tersungkur merendah di hadapan Tuhan, Kitab Suci di rak, simbol suci serta gambar orang kudus, serta foto orang tua yang ada di dinding kos-kosan anak muda saja sering serasa diajak menonton pasangan muda itu berpacaran entah seperti apa tanpa berpikir hari esok. Rupanya tulang kita zaman now sudah tidak ada sendinya untuk membungkuk apalagi tersungkur di hadapan kebesaran Tuhan. Kedua, Simon Petrus mempertanyakan perintah Yesus. Dia memang tersungkur merendah, namun pada saat yang sama arogansi kemanusiaannya mengemuka sehingga hatinya campur-aduk antara merendah atau membantah Yesus dengan sempat-sempatnya protes dan mempersoalkan bahwa mana mungkin di siang bolong mereka bisa mendapatkan ikan, sedangkan semalam-malaman mereka kerja keras, tidak mendapatkan apa-apa. Akan tetapi, rasa rendah dirinya di hadapan Tuhan, iman kepasrahannya kepada Tuhan jauh lebih kuat dibandingkan rasionalitas kemanusiaannya. Rasionalitas kalah. Iman menang. Dia bertolak ke kedalaman. Lalu bagaimana dengan kita? Rasionalitas salah sering menguasai kita. Iman justru kalah. Misalnya, mindset ini “Saya hanya seorang perantau Jawa, Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara.” Rasa sebagai perantau, tamu di tanah orang, terbawa-bawa terus. Kita menjadi orang asing di RT/RW, tidak merasa sebagai warga penuh yang ikut menjaga kehidupan yang baik. Mengumpulkan surat domisili, misalnya, menjadi beban bagi kita karena harus mencari Ketua RT, RW, Kepala Desa, dst. Rasa keterasingan itu terbawa sampai ke Lingkungan, Wilayah, OMK dan kelompok kategorial, serta di tingkat Paroki. Di gereja ada yang mungkin merasa sebagai tamu tulen. Alih-alih kita membawa pembaharuan dalam kehidupan paroki, ketika beribadat saja kita lebih asing dari tamu, yakni hanya penonton, sehingga kita tidak menjawab dialog misa, tidak menyanyi, tidak pernah menjadi petugas liturgi dst. selain yang digerakkan atas nama Sekolah. Dengan itu, kita merasa belum waktunya menjalankan tugas perutusan sebagai murid Yesus. Apalagi kalau usia masih muda. Apalagi kalau belum married. Lalu kapan dan di mana kita akan bisa menjadi tuan bagi hidup dan lingkungan sosial kita untuk menempatkan diri dalam tugas perutusan? Kalaupun suatu ketika kita pensiun atau pindah dari sini, hidup kita saat itu di tempat itu tergantung pada hidup kita saat ini di tempat ini. Sesungguhnya yang kita jalani di tempat kerja atau di RT/RW atau di Paroki bukan persiapan hidup, melainkan hidup itu sendiri, karena usia kita tidak di-freeze, melainkan jalan terus. Marilah kita membuka diri kita dan hati kita akan kehadiran Tuhan lewat orang-orang di sekitar kita, apapun agamanya, sukunya, profesinya, dst. Kita hidup dengan saudara-saudara kita itu; yang di kampung hanya akar rumput yang lama-lama juga akan asing dengan kita. Yesus ada di sini, saat ini, tidak menunggu nanti. Mari kita buka hati dan melaksanakan tugas perutusan kita sekarang dan di sini. Tugas perutusan itu tidak harus dalam arti pergi ke benua lain sebagai misionaris untuk hidup dan mewartakan kabar sukacita secara selibat. Tugas perutusan adalah menjalani hidup dengan benar untuk diri sendiri dan bersama orang-orang di kiri, kanan, depan, dan belakang kita. Itu yang paling mudah. Ketiga, Simon Petrus akhirnya bertolak bergeser ke tempat yang lebih dalam dan menebar jala di siang bolong. Istilah siang bolong menggambarkan ironi keanehan dari sisi rasionalitas manusia. Kita juga sering menyebut kesadaran atau tindakan yang terlambat dan kelihatan akan sia-sia sebagai mimpi di siang bolong. Ternyata mindset itu harus diubah. Tidak ada kata terlambat, tidak ada kata telanjur basah. Yang namanya pembaharuan diri itu tidak kenal waktu. Begitu disadari, langsung berubah. Percayalah, kalau kita berubah, ikan yang kita jala akan berlimpah. Jangan berlama-lama membuang waktu dengan rasionalitas ego kita. Kalau selama ini kita enggan membaca Kitab Suci dan membuat renungan hanya karena kewajiban, itu pasti kurang membawa manfaat bagi perbaikan diri kita. Sudah nyata-nyata buang waktu, tapi karena kita kurang melandasi tindakan kita dengan kesungguhan dan kesadaran yang benar, maka hasilnya bagi peningkatan khazanah spiritual kita sangat minim. Itulah yang digambarkan dengan kenyataan Simon Petrus yang sibuk semalam-malaman tanpa hasil, karena tidak dengan fondasi keyakinan akan kuasa Tuhan. Beberapa contoh lain hidup kita yang hanya buang-buang waktu bagai menebar jala di tempat yang dangkal antara lain misalnya 1 Mengerjakan sesuatu asal jadi, yang penting ada yang bisa ditunjukkan ke atasan. Kita pasti tidak bertumbuh dalam cara kerja itu. 2 menerima tugas mengajar tetapi gagal menyenangi dunia anak-anak. Yang seperti ini hanya akan buang-buang waktu dan sekedar mendapatkan gaji bulanan, yang bukan apa-apa di mata Tuhan, dan bukan apa-apa untuk kekayaan kualitas hidup spiritual. 3 jatuh cinta dan menjalani hidup sebagai pacar satu terhadap yang lain tetapi tidak kunjung ada titik terang ke mana hubungan mau dibawa selain untuk mengisi rasa kesepian. Masih banyak contoh lainnya. Kesemuanya itu membutuhkan tindakan banting setir kita, ngeden mengeluarkan tenaga terbesar kita untuk bangkit dan melawan kenyamanan semu itu, menata kembali semuanya, dan memindahkan perahu kita ke tempat yang lebih dalam, melakukan segala sesuatu secara lebih berisi dan memandang ke depan. Mari berhenti berputar-putar tanpa juntrungan di air yang cetek, berhenti bekerja atau bertindak hanya demi hal dangkal di permukaan misalnya sekedar memenuhi kewajiban, bagi yang muda berhenti menghabiskan hari ini tabungan bahagia hari depan supaya pada waktunya nanti bahagia itu masih ada. Mari kita hidup secara lebih berisi. Itulah makna duc in altum. Ternyata, untuk maju dalam hidup itu dibutuhkan program kerja pribadi. Program kerja adalah uraian dari tujuan. Tujuan adalah uraian dari misi pribadi. Misi pribadi adalah uraian dari visi. Kalau itu semua kita sempatkan untuk disusun dengan permenungan yang mendalam, dan menggetarkan jiwa kita untuk mendapatkan apa yang kita impikan, maka program kerja pribadi itu akan menjadi hidangan yang lengkap di meja perjamuan. Akan tetapi … sebuah hidangan tidak bisa tiba-tiba ada di meja hidangan. Hidangan di meja makan itu adalah wujud kepiawaian manajerial kita. Dibutuhkan kompetensi spiritual untuk mengerjakan hal-hal manajerial itu. Kompetensi spiritual ibarat segala yang kita lakukan di dapur sampai hidangan dikemas dan diantar ke meja perjamuan. Kompetensi spiritual itu kita dapatkan hari ini. Yesaya MAU diutus. Paulus MAU diutus. Murid-murid Yesus MAU diutus. MAU adalah singkatan dari M Merendahkan diri di hadapan Tuhan, memasrahkan segalanya kepada Tuhan, percaya, tanggalkan kesombongan ego, berani telanjang sejujur-jujurnya di hadapan Tuhan. A Ada keterbukaan hati agar Tuhan masuk ke dalam diri kita. Kalau berdoa, jangan cepat-cepat ingin berbicara dan mendikte Tuhan, tetapi dengarkan dulu suara Tuhan. Kalau bertindak, ingat Tuhan, ingat sesama, ingat orang tua kita, ingat orientasi masa depan kita, ingat anak/istri/suami, dst. U Usaha meninggalkan kenyamanan semu, tanpa syarat. Kalau ragu, kembali ke M dan A. Semoga bermanfaat. Lebihdari itu, bertolak ke tempat yang dalam berarti memberi inspirasi yang membawa pada suatu transformasi. Bimbingan Roh Ilahi membawa perubahan hidup yang penuh berkah! Referensi pihak ketiga. Kristus tahu bahwa untuk membuat seseorang berkomitmen, mengarahkan cerita yang menarik kepada masyarakat umum tidak akan cukup. Diperlukan sentuhan
JAKARTA, - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB Letjen TNI Suharyanto bertolak ke Provinsi Riau, pada Rabu 7/6/2023 pagi. Kepergiannya ke sana untuk memimpin rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan karhutla bersama seluruh unsur Forkopimda se-Provinsi Riau. Ia dijadwalkan akan meninjau titik lokasi karhutla secara langsung melalui juga BMKG Sebut 28 Persen Wilayah Indonesia Masuk Siaga Karhutla dan KekeringanSuharyanto mengatakan, peninjauan diperlukan lantaran Indonesia akan memasuki musim kemarau yang lebih kering dari tahun-tahun sebelumnya karena pengaruh dari El Nino. “BNPB akan fokus ke kebakaran hutan dan lahan. Karena prediksi BMKG pada 2023 ini kemaraunya lebih kering," kata Suharyanto dalam siaran pers, Rabu 7/6/2023. Dia menyampaikan, pihaknya akan lebih fokus dalam upaya pencegahan hingga penanganan darurat bencana hidrometeorologi kering, mulai dari antisipasi kebakaran hutan dan lahan hingga kekeringan akibat faktor cuaca. Sebab, berdasarkan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG, potensi kejadian karhutla akan lebih besar dari tiga tahun terakhir. Adapun menurut data sementara per 1 Juni 2023, sudah ada 112 kejadian karhutla di juga Titik Api Mulai Bermunculan, Pemprov Kalsel Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla Sementara itu, tujuh wilayah akan mendapat perhatian khusus dari BNPB, meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Timur. Hingga saat ini, status siaga darurat bencana karhutla dan kekeringan telah ditetapkan di seluruh provinsi tersebut per 29 Mei 2023. "Diprediksi potensi kejadian karhutlanya lebih besar dari tiga tahun terakhir,” tuturnya. Suharyanto menilai, ketujuh provinsi prioritas itu memang menjadi langganan bencana karhutla setiap tahun. Baca juga Ditangkap, Pelaku Karhutla di Dumai Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara Oleh sebab itu, mantan Pangdam V Brawijaya itu akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan dengan baik sehingga dampak terburuk dapat diminimalisir. Sebelumnya, BNPB juga telah mendukung operasi penanganan karhutla di Bumi Lancang Kuning dengan menyiagakan helikopter untuk patroli hingga water sisi lain, BNPB bersama BRIN, BMKG, dan TNI juga mengupayakan operasi Teknologi Modifikasi Cuaca TMC sebagai langkah antisipasi untuk mengurangi potensi kejadian kebakaran hutan dan lahan. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
.